Kamis, 20 Maret 2014

KIAT-KIAT MENJALIN HUBUNGAN PERSAHABATAN

Kalian semua pasti menyadari bahwa manusia itu tidak bisa hidup sendiri, maka hal ini penulis ingin memberikan kiat-kiat dalam menjalin persahabat.
Persahabatan mungkin terlihat sangat penting untuk kita karena dia adalah orang kedua terdekat dengan kita setelah orangtua kita.
Berikut adalah tips-tips menjaga persahabatan yang langgeng :

1.      Menjaga sikap.
2.      Menghilangkan sifat ego dalam diri.
3.      Jangan menyimpan perasaan terhadap sahabat kita.
4.      Memiliki rasa pengertian yang tinggi.
5.      Memiliki tingkat kepekaan antara satu sama lain.

Dari kelima tips diatas penulis akan coba menjelaskan dan mengaplikasikan dengan kehidupan sehari-hari.

1.      MENJAGA SIKAP.
Sikap adalah pernyataan perasaan seseorang terhadap sesuatu hal yang dihadapi. Dari pengertian ini bisa disimpulkan bahwa ini adalah tahap awal dalam membentuk kepribadian seseorang dapat kita ketahui. Jika kita sudah menjalin persahabatan dengan orang lain hal seperti ini sangat penting kita jaga karena sikap yang  berlebihan bisa saja merubah keadaan dalam persahabatan.
Contoh : bersikap menjauh ketika ada sesuatu perselisihan.
  
2.      MENGHILANGKAN SIFAT EGO DALAM DIRI.
Dalam hal ini sangat penting untuk di perhatikan, karena mengesampingkan kepentingan pribadi dan mendahulukan kepentingan orang terdekat itu lebih besar makna.  Persahabatan yang baik itu adalah seseorang yang ada disaat kita susah.

3.      JANGAN MENYIMPAN PERASAAN TERHADAP SAHABAT KITA.
Untuk point yang ketiga ini mungkin di khusus untuk yang menjalin persahabatan antara laki-laki dan beberapa teman dekat perempuannya atau sebaliknya. Hal seperti ini harus anda hindari karena point ini sangat mengganggu hubungan persahabatan yang anda jalanin dengan beberapa teman dekat anda.

4.      MEMILIKI RASA PENGERTIAN YANG TINGGI.
Pada tahap ini sebenernya kebalikan dari point yang kedua. Sifat ini sangat diperlukan seseorang yang berada dekat dengan kita karena ketika si (A) sedang mengalami sesuatu keadaan yang sangat sulit kita sebagai sahabat harus memberikan waktu lebih untuk dia, hal ini diperlukan untuk memberikan ruang buat si (A) untuk mencurahkan atau menceritakan apa yang si (A) alami.

5.      MEMILIKI TINGKAT KEPEKAAN ANTARA SATU SAMA LAIN.
Pada tahap yang terakhr ini hanyalan point tambahan karena sifat kepekaan itu butuh waktu yang lama. tapi khusus hal ini penulis coba memberitahui anda. Coba anda perhatikan aura muka seseorang yang habis wudhu dengan yang belum wudhu, kira-kira ada bedanya tidak ?
Nah hal ini bisa diterapkan untuk melatih kepekaan, coba anda lihat mulai dari muka.
Karena ekspresi muka itu sangat mudah dilihat apakah sahabat kita ada masalah ataupun tidak ada masalah.

Semoga kiat-kiat ini bisa mempererat hubungan persahabatan anda….
Kritik dan saran sangat membantu untuk penulisan berikutnya.

Jumat, 17 Januari 2014

KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN


     A.        Pengambilan keputusan sebagai pemecahan masalah
Dalam suatu pendekatan sistem ada beberapa hal yang berhubungan. Salah satunya adalah pemecahan masalah. Sebelum membahas pemecahan masalah, kita harus mengetahui apa itu masalah. Masalah adalah suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian atau menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Jadi sebuah masalah tidak harus berkaitan dengan sesuatu yang merugikan. Kemudian pengertian pemecahan masalah adalah tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang. Dalam memecahkan suatu masalah harus ada yang namanya pengambilan keputusan. Keputusan adalah pemilihan strategi atau tindakan. Maka pengertian pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang diyakini manajer akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Jadi kunci pemecahan masalah adalah mengidentifikasi berbagai alternatif dari keputusan.

      B.        Elemen pemecahan masalah
1.      Masalah
2.      Desired state (keadaan yang diharapkan)
3.      Current state (keadaan saat ini)
4.      Pemecah masalah/manajer
5.      Adanya solusi alternatif dalam memecahkan masalah
6.      Solusi.

     C.        Proses pemecahan masalah dalam keputusan pembelian
Tahap Sebelum Pembelian
Konsumen akan menggali informasi tentang produk serta mendefinisikan tingkat kebutuhannya terhadap produk. Setelah mengidentifikasi kebutuhan dan kemungkinan mencari alternatif pilihan terhadap produk maka langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi terhadap beberpa alternative produk yang ditawarkan oleh produsen

Evaluasi Alternatif
Dari berbagai informasi yang diperoleh, selanjutnya di proses untuk mendapatkan keputusan atau pertimbangan nilai akan suatu produk, dan akan menghasilkan beberapa atribut yang akan muncul, setelah itu baru di beri bobot dari berbagai alternatif.
Konsumen memproses informasi dari beberapa informasi dan membuat pertimbangan untuk memuaskan kebutuhan, konsumen mencari manfaat produk dan memandang produk sebagai suatu rangkaian atribut, atribut yang menonjol dianggap penting. Pemasar perlu menjelaskan manfaat produk dan menentukan atribut yang menonjol untuk mempengaruhi Evaluasi Alternatif sebelum mengambil Keputusan.
  
Evaluasi Alternatif sebagai Proses
suatu pemilihan tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif dalam proses pengambilan keputusan selanjutnya. Bila seseorang dihadapkan pada pembelian produk, yaitu antara membeli produk yang satu dan yang lain dengan kesamaan jenis, maka dia ada dalam posisi harus membuat Evaluasi Alternatif sebelum pembelian. Dalam proses evaluasi alternatif, konsumen harus melakukan pemecahan masalah dalam kebutuhan yang dirasakan dan keinginannya untuk memenuhi kebutuhan dengan konsumsi produk atau jasa yang sesuai.

Tiga tingkatan dalam pemecahan ini;
1.      Pemecahan masalah yang mensyaratkan respons yang rutin.
2.      Pemecahan masalah dengan proses yang tidak berbelit-belit (terbatas).
3.      Pemecahan masalah yang dilakukan dengan upaya yang lebih berhati-hati dan penuh pertimbangan (pemecahan masalah yang intensif).

Ada beberapa kriteria dalam proses pembelian pada umumnya :
1.      Harga
2.      Nama merek
3.      Negara asal
4.      Saliensi (atribut yang mencolok)
5.      Garansi dari produk

     D.        Implementasi pada strategi pemasaran
Penetapan strategi akan tergantung pada bagaimana proses keputusan di lakukan oleh pembeli. Implikasi strategi perilaku konsumen akhir akan dapat di lihat apakah konsumen mengambil keputusan pembelian dalam situasi yang komplek ,atas dasar kebiasaan ,atau karena tidak banyak membutuhkan pertimbangan khusus untuk melakukan pembelian.
Munculnya kebutuhan akan suatu produk dapat di sebabkan faktor demografis, psikografis, atau faktor lingkungan ekternal lainnya. Adanya kebutuhan yang belum terpenuhi akan mendorong seseorang untuk mencari informasi dan lebih tanggap terhadap rangsangan atau stimuli yang berkaitan dengan pemenuhan keutuhan itu. Hal itu dapat bersumber dari iklan, teman, salesman, dan sebagainya. Informasi baru yang di peroleh calon konsumen mungkin saja merubah sikap terhadap merek produk tertentu atau mungkin juga menjadikan konsumen tersebut sadar terhadap adanya berbagai pilihan produk. Sehingga konsumen akan melakukan evaluasi terhadap berbagai merek produk yang di peroleh selama proses pencarian informasi. Merek produk di evaluasi atas dasar berbagai kriteria dalam upaya pemenuhan kebutuhan.

Fungsi strategi pemasaran adalah mengurangi perasaan bertentangan atau dissonance dengan cara memperkuat kembali alasan pembelian produk yang telah dilakukan sebelumnya. Kalau demikian halnya, maka apa yang dapat dilakukan oleh seorang pemasar untuk mengurangi dissonance:
1.      Memberikan garansi yang memadai dan meyakinkan terhadap pelayanan purna jual yang baik.
2.      Mengiklankan kualitas produk yang dapat di percaya untuk menambah keyakinan pembelian sebelumnya.
3.      Menindak lanjuti pembelian dengan cara melakukan kontak langsung untuk memastikan bahwa konsumen memahami tentang penggunaan produk.

Studi tentang proses keputusan pembelian di lakukan dapat dipergunakan untuk menentukan segmen pasar dan pada akhirnya target pasar yang akan di layani dengan produk dengan produk perusahaan. Sebagai contoh, dalam pembelian kamera, informasi yang di peroleh mungkin dapat di pergunakan untuk membagi pasar kamera berkualitas ke dalam dua segmen: feature-oriented segment, dan self confidence, quality-oriented segment.

1.      Pengembangan produk
2.      Pemahaman terhadap kebutuhan konsumen akan berpengaruh terhadap proses pengembangan produk.
3.      Penempatan posisi produk dalam persaingan
4.      Pemahaman terhadap proses keputusan pembelian yang kompleks juga akan menentukan ketepatan pemasar untuk memilih dan menempatkan posisi produk dalam persaingan.


Sumber :

Jumat, 10 Januari 2014

PENYEBARAN INOVASI


Menurut sumber dari Wikipedia Difusi Inovasi adalah teori tentang bagaimana sebuah ide dan teknologi baru tersebar dalam sebuah kebudayaan. Teori ini dipopulerkan oleh Everett Rogers pada tahun 1964 melalui bukunya yang berjudul Diffusion of Innovations. Ia mendefinisikan difusi sebagai proses dimana sebuah inovasi dikomunikasikan melalui berbagai saluran dan jangka waktu tertentu dalam sebuah sistem sosial.

        A.  ELEMEN DASAR DALAM PROSES PENYEBARAN
1.      INOVASI Gagasan, tindakan, atau Kebaruan diukur secara barang yang dianggap subyektif oleh individu baru oleh seseorang yang menerimanya Jika suatu ide dianggap baru oleh seseorang maka ia adalah inovasi untuk orang itu. Konsep “baru” dalam ide yang inovasi tidak harus selalu baru.
2.      SALURAN KOMUNIKASI  Alat untuk menyampaikan pesan-pesan inovasi dari sumber kepada penerima : a. Tujuan komunikasi. b. sumber kepada penerima Karakteristik penerima Saluran interpersonal : Media massa : komunikasi untuk memperkenalkan mengubah sikap/perilaku inovasi kepada khalayak penerima secara personal.
3.      JANGKA WAKTU Proses keputusan inovasi jangka memulainya seseorang mengetahui sampai memutuskan, untuk waktu menerima atau menolaknya.
4.      SISTEM SOSIAL  Kumpulan unit yang berbeda secara fungsional dan terikat dalam kerjasama memecahkan masalah untuk mencapai tujuan bersama.

         B.  PENGAPLIKASIAN DEFINISI DARI INOVASI
Pada perusahaan industri otomotif belakangan tahun ini telah mengembanganinovasi  ide dan gagasannya yang diterapkan dengan teknologi di zaman ini yaitu dengan mengeluarkan produk “mobil listrik”. Tujuan dari dikeluarkan produk ini untuk mengurangi bahan bakar minyak, mengurangi polusi udara, dan mengurangi polusi suara dari kendaraan tersebut. Tetapi untuk mendukung ide tersebut juga harus diimbangi dengan struktur-struktur yang memadahi seperti : tingkat keselamatan dan kenyaman kendaraan tersebut, jalan rayanya, dan tempat pengisian tenaga kendaraan.
Jika Inovasi ini dapat berjalan dengan baik pasti dapat kita rasakan hal yang positif.

        C.  LIMA KARAKTERISTIK YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PRODUK BARU
 Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi meliputi:
1.      Keunggulan relatif (relative advantage) adalah derajat dimana suatu inovasi dianggap lebih baik/unggul dari yang pernah ada sebelumnya. Hal ini dapat diukur melalui segi ekonomi, kenyamanan, kepuasan dan lain-lain.

2.      Kompatibilitas (compatibility) adalah derajat dimana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku, pengalaman masa lalu dan kebutuhan pengadopsi.

3.      Kerumitan (complexity) adalah derajat dimana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan. Beberapa inovasi tertentu ada yang dengan mudah dapat dimengerti dan digunakan oleh pengadopsi dan ada pula yang sebaliknya.

4.      Kemampuan diuji cobakan (trialability) adalah derajat dimana suatu inovasi dapat diuji-coba batas tertentu. Suatu inovasi agar dapat dengan cepat diadopsi sebaiknya harus mampu menunjukkan keunggulannya.

5.      Kemampuan diamati (observability) adalah derajat dimana hasil suatu inovasi dapat terlihat oleh orang lain.


        D.  PENTINGNYA ARTI SEBUAH PROSES PENYEBARAN
Difusi adalah suatu bentuk komunikasi yang bersifat khusus berkaitan dengan penyebaranan pesan-pesan yang berupa ide atau gagasan baru. Proses difusi atau penyebaran sangat penting karena melalui komunikasi dari saluran ke saluran lain, dengan adanya hal ini maka informasi akan sangat cepat diketahui dan akan membawa perubahan yang lebih baik.

         E.  ADOPSI DAN SALURAN KOMUNIKASI DALAM PROSES DIFUSI
1.      Tahap pengetahuan: Dalam tahap ini, seseorang belum memiliki informasi mengenai inovasi baru. Untuk itu informasi mengenai inovasi tersebut harus disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi yang ada, bisa melalui media elektroni, media cetak , maupun komunikasi interpersonal di antara masyarakat
2.      Tahap persuasi : Tahap kedua ini terjadi lebih banyak dalam tingkat pemikiran calon pengguna. Seseorang akan mengukur keuntungan yang akan ia dapat jika mengadopsi inovasi tersebut secara personal. Berdasarkan evaluasi dan diskusi dengan orang lain, ia mulai cenderung untuk mengadopsi atau menolak inovasi tersebut.
3.      Tahap pengambilan keputusan: Dalam tahap ini, seseorang membuat keputusan akhir apakah mereka akan mengadopsi atau menolak sebuah inovasi. Namun bukan berarti setelah melakukan pengambilan keputusan ini lantas menutup kemungkinan terdapat perubahan dalam pengadopsian.
4.      Tahap implementasi : Seseorang mulai menggunakan inovasi sambil mempelajari lebih jauh tentang inovasi tersebut.
5.      Tahapkonfirmasi : Setelah sebuah keputusan dibuat, seseorang kemudian akan mencari pembenaran atas keputusan mereka. Apakah inovasi tersebut diadopsi ataupun tidak, seseorang akan mengevaluasi akibat dari keputusan yang mereka buat. Tidak menutup kemungkinan seseorang kemudian mengubah keputusan yang tadinya menolak jadi menerima inovasi setelah melakukan evaluasi.


         F.   MEMBANGUN PROFIL KONSUMEN YANG MENYUKAI PRODUK BARU
Penelitian yang dilakukan Nielsen menemukan bahwa 60 persen dari konsumen di seluruh dunia, yang kerap mengakses internet, cenderung untuk membeli produk baru dari merek yang sudah dia kenal dibandingkan menggantinya dengan suatu produk dari merek yang benar-benar baru.
Hampir setengah responden, dari 58 negara, yang disurvei menyatakan mereka cenderung mempertimbangkan untuk membeli produk baru. Dengan konsumen yang berasal dari Amerika Utara, Timur Tengah dan Afrika yang paling mungkin untuk mencoba sesuatu yang baru.
Namun, meski disertai antusias yang besar pada produk baru, dua pertiga responden menyatakan mereka lebih memilih untuk menunggu hingga suatu produk baru benar-benar membuktikan dirinya sebelum responden membelinya.
Rob Wengel, senior vice president dari Nielsen Innovation Analytics, menekankan perlunya perusahaan menciptakan suatu pengalaman positif dengan produk baru. Caranya dengan memberikan produk yang benar-benar diinginkan oleh konsumen dan mengirimkan informasi tersebut pada mereka dengan jelas dan efektif. Dia juga menekankan  pentingnya sistem word-of-mouth (pemasaran dari mulut kemulut) agar produk baru dapat sukses di pasar.

        G.  PERTANYAAN KAJIAN DAN DISKUSI
Hal apa yang sebenarnya ingin dirasakan konsumen dari penyebaran inovasi ?

SUMBER  :