Kamis, 01 Mei 2014

Tugas BHS.INDO2 jilid 2-Teori Tentang Proposal ilmiah dan Nonilmiah


Teori Tentang Proposal ilmiah dan Nonilmiah

A.        Pengertian proposal
Proposal adalah tulisan yang dibuat dengan tujuan menjelaskan dan juga menjabarkan maksud atau tujuan kepada seseorang, instansi, atau suatu kelompok.
Pengertian proposal menurut ahli:
1.      Hariwijaya, 2005:12-13
sebagai suatu bentuk pengajuan atau permohonan, penawaran baik berupa ide, gagasan, pemikiran, maupun rencana kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan ijin, persetujuan, dana, dan lain sebagainya.

2.      Finoza,1999:157
Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematik dan terperinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal .

Kerangka Proposal
1.      Pendahuluan
Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut. Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari (nyata). Point-point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S-W-O-T (strengths, weaknesses, opportunities, threats)
2.      Dasar Pemikiran
Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan. Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian
3.      Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus). Tentukan juga output yang dikehendaki seperti apa
4.      Tema
Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut
5.      Jenis Kegiatan
Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu. Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, dan lain-lain
6.      Target
Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan terutama mengenai ukuran-ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.
7.      Sasaran/Peserta
Menjelaskan tentang objek atau peserta yang akan mengikuti kegiatan tersebut
8.      Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.
9.      Anggaran Dana
Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri
10. Susunan Panitia
Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting-penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.
11. Jadwal Kegiatan
Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya. Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
12. Penutup
Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak. Ditutup dengan lembar pengesahan proposal. Terakhir, diikuti dengan lampiran.

Syarat penyusunan proposal:
Proposal yang kita susun perlu memiliki hal - hal berikut:
a.      Sebuah proposal harus memiliki struktur dan logika yang jells.
b.      kegiatan itu terstruktur dengan rapi.
c.      Harus merumuskan  jenis kegiatan secara jelas, inovatif, terperinci, dan betul-betul dapat dikuasai.
d.      Hubungan kegiatan dengan dana yang diperlukan harus rasional dan tidak mengada-ada, atau harus sesuai dengan kenyataan yang ada.

 Jenis-jenis proposal:
1.      Proposal bisnis. Sesuai dengan namanya, proposal ini berkaitan dengan usaha seseorang atau suatu kelompok. Contohnya adalah proposal pendirian usaha atau proposal kerjasama antar dua perusahaan.
2.      Proposal proyek, mengacu pada dunia kerja, berisikan serangkaian rencana dalam sektor bisnis atau komersil. Contohnya, proposal proyek perumahan.
3.      Proposal penelitian. Merupakan pengajuan kegiatan penelitian. Sering digunakan dalam kegiatan akademisi seperti penelitian untuk pembuatan skripsi, tesis, dsb.
4.      Proposal kegiatan/ event adalah pengajuan rencana sebuah kegiatan yang dilakukan oleh satu individu atau kelompok. Contohnya adalah proposal kegiatan 17 Agustusan.

Fungsi proposal:
1.      Sebagai laporan kepada pimpinan instansi, organisasi, komunitas tentang pelaksanaan kegiatan
2.      Untuk mencari dana demi kelancaran acara / kegiatan.
3.      Sebagai bentuk permohonan dan permintaan izin.

B.        Karya Ilmiah
Pengertian Karya Ilmiah
Karya Ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, dan pengetahuan orang lain sebelumnya.

Tujuan karya ilmiah: agar gagasan penulis karya ilmiah itu dapat dipelajari, lalu didukung atau ditolak oleh pembaca.

Fungsi karya ilmiah:
sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
1. Penjelasan (explanation)
2. Ramalan (prediction)
3. Kontrol (control)

Syarat menulis karya ilmiah
1. motivasi dan displin yang tinggi
2. kemampuan mengolah data
3. kemampuan berfikir logis (urut) dan terpadu (sistematis)
4. kemampuan berbahasa

Sifat karya ilmiah formal harus memenuhi syarat:
1.      lugas dan tidak emosional
mempunyai satu arti, sehingga tidak ada tafsiran sendiri-sendiri (interprestasi yang lain).
2.      Logis
disusun berdasarkan urutan yang konsisten
3.      Efektif
satu kebulatan pikiran, ada penekanan dan pengembagan.
4.      efisien
hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami
5.      ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku.

Jenis-jenis karya ilmiah
umum karya ilmiah di perguruan tinggi, menurut Arifin (2003), dibedakan menjadi:
1.      Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data dilapangan yang bersifat empiris-objektif. makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikir deduktif atau induktif..
2.      Kertas kerja seperti halnya makalah, adalah juga karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam daripada analisis dalam makalah.
3.      Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan penelitian langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih dibidang spesialisasinya.
4.      Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.
5.      Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang gelar doktor (S3).

C.        KARANGAN NON-ILMIAH
Karangan nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Sumber tulisan bahasa nonilmiah dapat berupa sesuatu yang abstrak dan subjektif.

Ciri-ciri karangan nonilmiah:
a.      Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b.      Fakta yang disimpulkan subjektif,
c.      Gaya bahasa konotatif dan populer,
d.      Tidak memuat hipotesis,
e.      Penyajian dibarengi dengan sejarah,
f.       Bersifat imajinatif,
g.      Situasi didramatisir, dan
h.      Bersifat persuasif.

Contoh Karangan Nonilmiah
Dongeng, cerpen, puisi, novel, drama, dan roman adalah karangan nonilmiah.

 

Sumber :
·        PRIYONO, AGUNG EKO, 2012, “Sistematika Proposal Yang Baik Dan Benar”. Dalam http://ivnu-fajar.blogspot.com/2012/09/sistematika-proposal-yang-baik-dan-benar.html
·        WORDPRESS, 2013, “Sharing Jenis-Jenis Proposal Oleh AVIRA WINATA”. Dalam http://lovebooksalotid.wordpress.com/2013/11/01/sharing-jenis-jenis-proposal-oleh-avira-winata/
·        OKLILAS, AHMAD FALI, “Pengertian, fungsi, syarat, sifat, jenis dan mafaat karya ilmiah”. Dalam http://www.fali.unsri.ac.id/index.php/menu/42

Rabu, 02 April 2014

Konsep penalaran ilmiah dalam kaitannya dengan penulisan ilmiah


1.      Pengertian penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera  manusia, yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian yang biasa disebut pengamatan empirik. Dengan kata lain, penalaran berarti sebagian hasil dari cara kita berfikir manusia, penalaran biasanya berhubungan dengan logika.

2.      Prinsip dan Unsur Penalaran
Penulisan Ilmiah mengemukakan suatu karya tulis yang disusun oleh seorang penulis yang didasarkan dari hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Definisi yang lain dikatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah suatu laporan tertulis dan dipublikasi oleh seseorang  yang telah melakukan penelitian atau pengkajian ,dan memaparkan hasil dari penelitian atau pengkajian yang telah dilakukannya, yang memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.Penulisan ilmiah memiliki syarat, yaitu:

·        Isi kajian penulisan ilmiah berada pada ruang lingkup pengetahuan ilmiah.
·        Langkah dalam pengerjaan penulisan ilmiah menggunakan metode ilmiah.
·        Sosok tampilan penulisan ilmiah telah memenuhi persyaratan sebagai suatu sosok tulisan keilmuan.

3.      Jenis Penalaran
Menurut prosesnya, penalaran dibedakan menjadi dua, yaitu :
a.      Penalaran induktif
Secara formal dapat dikatakan bahwa induksi adalah proses penalran untuk sampai pada suatu keputusan, prinsip, atau sikap yang bersifat umum dan khusus, beradasarkan pengamatan atas hal-hal yang khusus.
Proses induksi dapat dibedakan :

1)     Generalisasi Ialah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas jumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa.
2)     Analogi, Analogi disini adalah suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus lain yang memiliki sifat-sifat esensial yang bersamaan.
3)     Hubungan sebab akibat, Penalaran dari sebab ke akibat mulai dari pengamatan terhadap suatu sebab yang diketahui. Berdasarkan itu, kita menarik kesimpulan mengenai akibat yang mungkin ditimbulkan.

b.      Penalaran deduktif
Penalaran deduktif didasarkan atas prinsip, hukum, atau teori yang berlaku umum tentang suatu hal atau gejala. Berdasarkan prinsip umum itu, ditarik kesimpulan tentang sesuatu yang khusus, yang merupakan bagiuan dari hal atau gejala itu. jadi, penalaran deduktif bergerak dari hal atau gejala yang umum menuju pada gejala yang khusus.

4.      Keterkaitan Penalaran dalam Proses Penulisan Ilmiah
Sesederhana apapun, suatu karangan akan mencerminkan kualitas penalaran seseorang itu sendiri. Penalaran itu akan tampak dalam pola pikir penyusuan karangan tersebut.
Penalaran dalam suatu karangan ilmiah mencakup 5 aspek. Kelima aspek tersebut adalah:

a.      Aspek keterkaitan
Aspek keterkaitan adalah hubungan antarbagian yang satu dengan yang lain dalam suatu karangan. Artinya, bagian-bagian dalam karangan ilmiah harus berkaitan satu sama lain. Pada pendahuluan misalnya, antara latar belakang masalah – rumusan masalah – tujuan – dan manfaat harus berkaitan. Rumusan masalah juga harus berkaitan dengan bagian landasan teori, harus berkaitan dengan pembahasan, dan harus berkaitan juga dengan kesimpulan.

b.      Aspek urutan
Aspek urutan adalah pola urutan tentang suatru yang harus didahulukan/ditampilkan kemudian (dari hal yang paling mendasar ke hal yang bersifat pengembangan). Suatu karangan ilmiah harus mengikuti urutan pola pikir tertentu.Pada bagian Pendahuluan, dipaparkan dasar-dasar berpikir secara umum. Landasan teori merupakan paparan kerangka analisis yang akan dipakai untuk membahas. Baru setelah itu persoalan dibahas secara detail dan lengkap. Di akhir pembahasan disajikan kesimpulan atas pembahasan sekaligus sebagai penutup karangan ilmiah.

c.      Aspek argumentasi
Yaitu bagaimana hubungan bagian yang menyatakan fakta, analisis terhadap fakta, pembuktian suatu pernyataan, dan kesimpulan dari hal yang telah dibuktikan. Hampir sebagian besar isi karangan ilmiah menyajikan argumen-argumen mengapa masalah tersebut perlu dibahas (pendahuluan), pendapat-pendapat/temuan-temuan dalam analisis harus memuat argumen-argumen yang lengkap dan mendalam.

d.      Aspek teknik penyusunan
Yaitu bagaimana pola penyusunan yang dipakai, apakah digunakan secara konsisten. Karangan ilmiah harus disusun dengan pola penyusunan tertentu, dan teknik ini bersifat baku dan universal. Untuk itu pemahaman terhadap teknik penyusunan karangan ilmiah merupakan syarat multak yang harus dipenuhi jika orang akan menyusun karangan ilmiah.

e.      Aspek bahasa
Yaitu bagaimana penggunaan bahasa dalam karangan tersebut?
Karangan ilmiah disusun dengan bahasa yang baik, benar dan ilmiah. Penggunaan bahasa yang tidak tepat justru akan mengurangi kadar keilmiahan suatu karya sastra lebih-lebih untuk karangan ilmiah akademis.
Beberapa ciri bahasa ilmiah: kalimat pasif, sebisa mungkin menghindari kata ganti diri (saya, kami, kita).
susunan kalimat efektif/hindari kalimat-kalimat dengan klausa-klausa yang panjang.




Sumber :
WIKIPEDIA. 2014. “penalaran“. Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran/
BUDIMAN, DEWAN ARIF. 2013. “kemampuan penalaran”. Dalam http://edukasi.kompasiana.com/2013/10/21/-kemampuan-penalaran-603476.html
PRAYOGI, ARYO. 2011.”penulisan ilmiah”. dalam
ARFANART. 2014.”konsep penalaran dan kaitannya dengan penulisan ilmiah”. Dalam
WARTAWARGA. 2010.”penalaran dalam proses penulisan ilmiah 2”. Dalam
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/penalaran-dalam-proses-penulisan-ilmiah-2/