Minggu, 25 Desember 2011

tugas silabus materi 3 dasar pemasaran

SILABUS 3 SEGMENTASI PASAR

Segmentasi Pasar

Suatu perusahaan tidak dapat terhubung dengan semua pelanggannya di pasar yang luas dan besar,luas,atau beragam. Tetapi mereka dapat membagi pasar seperti itu menjadi kelompok konsumen atau segmen dengan kebutuhan dan keinginan berbeda. Namun pemasar juga mampu melihat perbedaaan-perbedaan karakter ataupun perilaku pasar yang ada. Karena perilaku pemasar pada kenyataan lebih heterogen.keputusan ini memerlukan pemahaman mendalam tentang perilaku konsumen dan pemikiran strategis yang saksama.


 Secara garis besar,segmentasi pasar merupakan proses pembagian pasar yang semula bersifat heterogen menjadi beberapa kelompok yang berperilaku lebih seragam. secara umum,tujuan sgmentasi pasar adalah untuk memperoleh bagian pasar yang mempunyai karakter dan berperilaku yang lebih seragam.

Persyaratan Segmentasi Pasar Yang Efekti

Ada beberapa kriteria segmantasi pasar yang harus dipenuhi agar segmentasi pasar dapat bergerak secara efektif,yaitu :
a. Terukur(measurable)
Terdiri atas ukuran,daya beli dan karaktistik segmen dapat diukur
b. Substansial
merupakan segmen yang cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani. misalnya,tidak menguntungkan bagi produsen mobil bila mereka hanya mengembangkan mobil untuk orang yang tingginya kurang dari 4 kaki.
c. Dapat Diakses
merupakan segmentasi pasar yang dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
d. Dapat Didiferensiasi
merupakan segmen yang dapat dibedakan konseptual dan mempunyai respon yang berbeda terhadap elemen dan pogram bauran pemasaran yang berbeda. 
e. Dapat Ditindaklanjutin
merupakan segmen yang efektif yang dapat diformulasikan untuk dapat menarik dan melyani segmen.

Kriteria Segmentasi Pasar


Adapun jenis kriteria segmentasi pasar ialah menyesuaikan program pemasaran agar dapat mengenali perbedaan pelanggan.


Kriteria segmentasi pasar tersebut terdiri atas beberapa bagian sbb:
1. Segmentasi Geografis
Segmentasi geografis merupakan pemagian pasar yang terdiri dari berbagai unit geografis seperti negara,negara bagian,wilayah,kabupaten,kota,atau lingkungan sekitar. Misalnya hotel JW Marriot menyesuaikan kamar dan lobi menurut lokasi. seperti hotel yang berada di Timur lebih kosmopolitan,sedangkan yang di Barat lebih bernuansa pedesaan. 

2. Segmentasi Demografis
Segmentasi pasar secara demografis,terbagi menjadi beberapa kelompok-kelompok berdasarkan variabel-variabel seperti usia,ukuran keluarga,siklus hidup keluarga,jenis kelamin,penghasilan,pekerjaan,pendidikan,agama,ras,generasi,kebangsaan,dan kelas sosial. segmentasi variabel sangat populer bagi pemasar. Hal ini dikarenakan variabel ini sangat erat kaitannya dengan kebutuhan dan keinginan konsumen,serta mudah diukur.
3. Segmentasi Psikografis
Psikografis merupakan ilmu yang digunakan psikologi dan demografi,agar dapat memahami konsumen. Sehingga,dalam segmentasi pasar secara psikografis pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan sifat psikologis/kepribadian,gaya hidup,sikap,motivasi,ataupun nilai. Hal ini dapat dilihat ketika sikap konsumen terhadap produk tertentu.

4. Segmentasi Perilaku
Dalam segmentasi perilaku ataupun kebiasaan,pemasar membagi pembeli menjadi beberapa kelompok berdasarkan pengetahuan,sikap,penggunaan,atau respon konsumen terhadap suatu produk.

Penetapan Target Pasaran

Penetapan sasaran pasar merupakan pasar yang akan dilayani oleh perusahaan. Sasaran pasar perlu ditetapkan agar strategi dan program pemasaran dapat lebih terarah pada sasarannya. 
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebagai dasar penilaian masing-masing segmen pasar.
  • Luas dan pertumbuhan segmen pasar
  • Struktur pasar 
  • Tujuan dan kapasitas perusahaan
Hubungan Antara Penetapan Sasaran Pasar dan Segmentasi Pasar

Hubungan antara penetapan sasaran Pasar dan Segmentasi pasar dapat dilihat dalam lima pola segmen,yaitu sbb :
  • konsentrasi segmen-tunggal 
  • spesialisasi selektif
  • spesialisasi produk
  • spesialisasi pasar
  • cakupan pasar penuh
Penentuan Posisi Produk 
Dalam segmentasi pasar,penempatan posisi produk ialh dengan cara merancang atribut-atribut fungsional dan nonfungsional produk yang ditawarkan perusahaan sesuai dengan pandangan relatif konsumen dan berbeda dengan produk pesaing.

secara umum pengertian posisi produk meliputi :
1. persepsi dan preferensi konsumen adalah mencerminkan pasar sasaran 
2. persepsi dan preferensi konsumen mencerminkan manfaat produk secara fungsional   ataupun      nonfungsional menurut pandangan konsumen. 
3. kedudukan konsumen menurut pemikiran konsumen 

Strategi Penentuan Posisi Produk
A.Posisi berdasarkan atribut Produk 
Suatu poduk dapat dilihat berbeda oleh konsumen berdasarkan kualitas,harga,penampilannya,atau modelnya.
b. Posisi berdasarkan manfaat produk 
suatu produk dibedakan dengan produk pesaing berdasarkan kegunaan produk,fungsi,atau manfaat menggunakannya.
c. Posisi berdasarkan penggunaan produk 
suatu produk diposisikan untuk penggunaannya berdasarkan pada saat kondisi tertentu.
d. Posisi berdasarkan pemakai produk 
suatu produk dibedakan secara langsung sesuai dengan perbedaan atau kekhususan pemakai produk.
e. Posisi yang membedakan langsung dengan pesaing 
suatu produk dapat dirancang berbeda secara langsung dengan cara menyinggung atau menyebut atribut produk pesaingnya.


sumber : kotler,dr.philip,manajemen pemasaran edisi 13 jilid 1,2008,erlangga:jakarta budiarto,teguh,dasar pemasaran seri diktat kuliah,1993

tugas silabus materi 2 dasar pemasaran

SILABUS 2. PROSES MANAJEMEN PEMASARAN

Menurut definisi yang disetujui oleh Asosiasi Pemasaran Amerika "Manajemen Pemasaran ialah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran,penetapan harga,promosi serta penyaluran gagasan,barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi".

1. Tugas-Tugas Manajemen Pemasaran
Berikut serangkaian tugas yang menentukan keberhasilan manajemen pemasaran dan kepemimpinan pemasaran ialah sbb :
- Mengembangkan strategi dan rencana pemasaran
- Menangkap pemahaman (atau gagasan) pemasaran
- Berhubungan dengan pelanggan
- membangun merek yang kuat
- Membentuk penawaran pasar
- Menghantarkan nilai
- Mengkomunikasikan nilai
- Menciptakan pertumbuhan panjang

2. Proses Manajemen Pemasaran

Proses manajemen pemasaran dimulai dengan cara :
a. menganalisis peluang pemasaran
b. meneliti dan memilih pasar sasaran merencanakan strategi pemasaran
c. merencanakan program pemasaran
d. melakukan pengorganisasian dan pelaksanaan pemasaran
e. pengendalian usaha pemasaran
Tahap penganalisisan ini akan menghasilkan peluang pemasaran dan alternatif pasar sasaran,tahap perencanaan menghasilkan alternatif strategi pemasaran dan alternatif bauran pemasaran, tahap pelaksanaan yaitu melaksanakan alokasi sumberdaya pemasaran, dan sedangkan tahap pelaksanaan yaitu melaksanakan sumber daya pemasaran,serta tahap pengendalian mengevaluasi kinerja perusahaan.

3. Strategi Manajemen Pemasaran


gambar : strategi manajemen pemasaran http://agusnuramin.wordpress.com

Strategi manajemen pemasaran meliputi 3 aktivitas penting,yaitu menyusun perencanan, pengendalian, dan melaksanakan. 
Menurut Kotler (2000:64),strategi pemasaran yang berorientasikan pasar ialah berupa proses manajerial untuk menngembangkan dan menjaga agar tujuan,keahlian dan sumber daya organisasi sesuai dengan peluang pasar yang terus berubah. Tujuannya ialah untuk membentuk serta menyempurnakan usaha bisnis dan produk perusahaan sehingga memenuhi target laba dan pertumbuhan. 

Untuk melakukan strategi perancanaan bisnis dapat dilaksanakan melalui 4 tahapan, yaitu :
a. Mendefinisikan misi korporasi (defining the corporate mission)
b. Menetapkan unit bisnis Strategy (estabilshing strategic business units)
c. Mengalokasikan sumber daya ke masing-masing SBU (Assigning Resource to each SBU)
d. Merencanakan bisnis baru,merampingkan bisnis lama (planning new businesses,downsizing older        businesses)

4. Pengembangan Strategi Pemasaran
 Agar suatu perusahaan dapat melakukan pengembangan strategi pemasaran mereka,dapat dilihat pada contoh permisalan sbb :
"misalkan sebuah perusahaan besar atlas yang beroperasi dalam bidang industri memutuskan untuk menjadikan pasar mesin tik elektronik konsumen rumah tangga sebagai sasarannya. Maka atlas perlu mengembangkan sebuah strategi diferensiasi dan penentuan posisi (positioning)untuk pasar sasaran tersebut. Setelah atlas meakukan peluncuran,maka atlas harus menentukan strategi produk dan dimodifikasikan pada tahap-tahap siklus hidup produk yang berbeda,seperti : pengenalan,pertumbuhan,kematangan, dan penurunan. Selanjutnya,pilihan strategi akan bergantung pada apakah perusahaan memainkan peranan sebagai pemimpin pasar,penantang,pengikut,atau pencari celah pasar. Akhirnya,strategi harus diselaraskan dengan peluang dan tantangan global yang selalu berubah-ubah.

sumber :
laksana,fajar,2008,manajemen pemasaran pendekatan praktis,yogyakarta:graha ilmu
Kotler,dr.philip,1997,manajemen pemasaran edisi revisi jilid 1,jakarta : PT Prenhallindo, 2008, manajemen pemasaran edisi 13 jilid 1,jakarta : Erlangga.

Minggu, 27 November 2011

Tugas silabus materi 1 dasar pemasaran



silabus 1.     Peranan pemasaran dalam perusahaan dan masyarakat
  • Pengertian pemasaran
pemasaran adalah kegiatan pemasaran untuk menjalankan bisnis (profit atau non profit) guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang atau jasa, menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan.

                                                                                                                                  
  • Manajemen pemasaran
Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980)
  • Konsep pemasaran
Konsep pemasaran adalah anggapan yang dipercaya oleh perusahaan sebagai dasar dari setiap kegiatan untuk melayani kebutuhan konsumen. tiga unsur konsep pemasaran : orientasi pada konsumen, penyusunan kegiatan pemasaran secara integral, kepuasan konsumen. Ada pun perkembangan konsep pemasaran :






  • konsumerisme
Konsumerisme adalah paham yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan.
  • Tanggung jawab sosial
Tanggung jawab Sosial Perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
                                  
Sumber : Wikipedia.org
                  Budiarto,teguh.1993

Selasa, 22 November 2011

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 3

Kebudayaan nasional
  •  Definisi Kebudayaan Nasional
Kebudayaan Nasional adalah gabungan dari kebudayaan daerah yang ada di Negara tersebut.
Kebudayaan Nasional Indonesia secara hakiki terdiri dari semua budaya yang terdapat dalam wilayah Republik Indonesia. Tanpa budaya-budaya itu tak ada Kebudayaan Nasional. Itu tidak berarti Kebudayaan Nasional sekadar penjumlahan semua budaya lokal di seluruh Nusantara. Kebudayan Nasional merupakan realitas, karena kesatuan nasional merupakan realitas. Di lain pihak kehidupan nasional dapat dihayati sebagai bermakna oleh seluruh warga masyarakat Indonesia (Suseno; 1992)

  • Unsur-unsur yang melandasi budaya tradisional
1.     Adat istiadat
Masih kita dapat jumpai adat-adat yang masih di pertahankan di daerah-daerah yang masih memegang teguh pendirian atau ajaran nenek moyang mereka masing-masing. Contoh : Yogyakarta-kejawen, badui dalam-berbaul dengan alam, DLL.
2.     Kebudayaan yang kental
Susahnya masyarakat yang sudah lama mengikuti budaya yang sudah ditanamkan sejak kecil untuk mengubah dari kebudayaan tradisional ke budaya modern.
3.     Bahasa
Bahasa merupakan alat pengatar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah, bagian dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sidat unik dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebu. Jadi keunikan dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari dan dipahami agar komunikasi lebih baik dan efektif dengan memperoleh nilai empati dan simpati dari orang lain

  • Hasil dari unsur-unsur kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud atau hasil  kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
  • Gagasan (Wujud ideal)
    Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
  • Aktivitas (tindakan)
    Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
  • Artefak (karya)
    Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
  •  Sikap kaum kuno terhadap kebudayaan
            Budaya lokal merupakan adat istiadat, kebudayaan yang sudah berkembang (maju) atau sesuatu yang menjadi kebiasaan yang sukar diubah yang terdapat disuatu daerah tertentu. Budaya lokal umumnya bersifat tradisional yang masih dipertahankan. Menurut Fischer, kebudayaan – kebudayaan yang ada di suatu wilayah berkembang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain lingkungan geografis, induk bangsa dan kontak antarbangsa. Dari pendapat tersebut dapatlah kita kaitkan dengan kebudayaan daerah yang ada di Indonesia yang memiliki ciri-ciri khusus antarwilayah sehingga beraneka ragam. Van Volenholen membagi masyarakat Indonesia ke dalam 19 lingkungan hukum adat yang oleh Koentjoroningrat disebut culture area. Setiap suku memilih mempertahankan pola-pola hidup yang sudah lama disesuaikan dengan penduduk sekitar mereka. Lingkungan geografis yang berbeda ada yang di gunung maupun dataran rendah dan tepi pantai, faktor ilkim dan adanya hubungan dengan suku luar menyebabkan perkembangan kebudayaan yang beraneka macam.Contoh budaya lokal yang bersifat abstrak misalnya Kepercayaan Kaharingan (Dayak), Surogalogi (Makasar), Adat Pikukuh (Badui). Budaya lokal yang bersifat perilaku misalnya tari Tor-tor, tarian Pakarena, upacara Kasadha (Masyarakat Tengger), upacara ruwatan dengan menggelar wayang kulit berlakon “Murwokolo” (Masyarakat Jawa), orang Badui dalam berpakaian putih dan Badui luar berpakaian biru, Bahasa Batak dan lain-lain . Budaya lokal yang bersifat artefak misalnya rumah Gadang (Sumatera Barat), tiang mbis ( Suku Asmat), alat musik gamelan (Jawa). 


  •    Sikap kaum modern terhadap kebudayaan
          Kalau kaum ini membaurkan dirinya untuk kebudayaan dengan mengubah satu persatu kebiasaannya dalam kehidupan sehari-harinya dan kalau sudah banyak aktifitas mereka lebih cenderung  menghilangan kebudayaan dari masing-masing individualnya. Hal seperti ini yang bisa merusak sebuah negaranya. Tapi tidak semua kaum modern ini menghilangkan kebudayaan milik mereka tetapi ada juga kaum ini memperkenalkan kebudayaan yang mereka miliki ke mancanegara.


  •  Dampak Kebudayaan Barat di Indonesia
Dampak kebudayaan barat di Indonesia dicerminkan dalam wujud globalisasi dan modernisasi yang dapat membawa dampak positif dan dampak negatif bagi bangsa kita.
  • Dampak Positif
a. Perubahan Tata Nilai dan Sikap
Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.

b. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
c. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

  •  Dampak Negatif
Dampak negatif modernisasi dan globalisasi adalah sebagai berikut.
a. Pola Hidup Konsumtif
Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
b. Sikap Individualistik
Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
c. Gaya Hidup Kebarat-baratan
Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
d. Kesenjangan Sosial
Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial. Kesenjangan social menyebabkan adanya jarak antara si kaya dan si miskin sehingga sangat mungkin bias merusak kebhinekaan dan ketunggalikaan Bangsa Indonesia.


  •   TANTANGAN PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN NASIONAL
Ada beberapa tantangan yang saat ini harus segera kita sikapi bersama secara positip untuk menjaga kebudayaan bangsa sebagai berikut :
1. Seringnya terjadi interaksi negatif antar-budaya/kelompok masyarakat tertentu,  konflik antar-suku/etnis, efek negatif globalisasi dan maraknya aksi teror dapat memudarkan jati diri budaya bangsa.
Tantangan ke depan kita adalah memanfaatkan peran media untuk memelihara dan melestarikan nilai-nilai tradisi luhur seperti, cinta tanah air, nilai solidaritas sosial, dan keramahtamahan yang menjadi identitas budaya yang berfungsi sebagai perekat persatuan bangsa dalam segenap aspek kehidupan masyarakat.


2.  Keterbatasan sarana dan prasarana kesenian; menurunnya minat masyarakat dalam menonton kegiatan seni-budaya ; terjadinya pembajakan karya seni dan budaya dapat menghambat dan memudarkan potensi budaya lokal.


3. Masih maraknya kasus pencurian benda cagar budaya dan situs; serta tidak terawatnya bangunan bersejarah. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih kurangnya apresiasi, pemahaman, komitmen, dan kesadaran tentang arti pentingnya warisan budaya dengan berbagai kandungan nilai-nilai luhurnya.



Kesimpulan :.
Dengan meningkatkan jati diri budaya lokal, berarti secara tidak langsung dapat meningkatkan kepariwisataan, dan demikian pun sebaliknya.
Menjaga kebudayaan bangsa berarti dapat mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila..
Referensi :
1. http://www.budpar.go.id


                                         -SEKIAN DAN TERIMA KASIH-

Kamis, 13 Oktober 2011

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 2

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 2

ASAL MULA MUSIK DANGDUT
Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi).
Ø PENGARUH  MUSIK DANGDUT BAGI PRIBADI DAN MASYARAKAT

masyarakat : Dangdut selalu identik dengan goyangan. Dangdut tanpa goyangan ibarat sayur tanpa garam. Penontonpun bebas bergoyang menyalurkan penat dihati, menuruti naluri, terjun dalam kebahagiaan diri, menikmati kebebasan alamiah,  hanyut dalam alunan musik dangdut.

Pribadi : mendengarkan musik dangdut adalah semacam terapi dari stress. Mendengarkan dangdut Inilah yang menjadi salah satu titik kegembiraan yang bisa ditemukan secara cuma-Cuma atau murah meriah.

Ø NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM MUSIK DANGDUT
nilai yang terkandung dalam musik dangdut ada berbagai macam , diantaranya : nilai spiritualitas atau ketuhanan , bisa dijadikan sebagai alat berdakwah (H.RHOMA IRAMA) , musik dangdut juga musik yang membawa aspirasi kalangan masyarakat kelas bawah dengan segala kesederhanaan dan kelugasannya.


Ø SEGI POSITIF DAN SEGI NEGATIF DARI MUSIK DANGDUT

positif : Dangdut itu seperti aspirin yang langsung meredakan sakit yang meyerang kepala . Mujarab seketika untuk meredakan tekanan kehidupan yang menghimpit. Mulai dari belitan hutang, tekanan majikan, beban pekerjaan. Sempitnya lapangan pekerjaan, keterbatasan pilihan bidang pekerjaan, dan lain sebagainya dan lain sebagainya. Mungkin karena itulah lirik-lirik musik dangdut punya tema yang sangat luas. Ia kadang begitu lugas menggambarkan kehidupan para pendengar setianya.

Negatif : sebagian besar liriknya terkesan nyerempet ke arah-arah yang mesum (hamil duluan), cengeng (alamat palsu,aku rindu padamu), dan menganggap seksualitas bukan sesuatu yang sakral yang seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih bagus.
Dangdut selalu identik dengan goyangan. Perkara goyang ini menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat. Yang mengecam goyangan erotis menganggap bahwa goyangan ini dapat merusak moral bangsa.

Ø PENGARUH MUSIK DANGDUT DARI SEGI POLITIK

Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan House musik.
Panggung kampanye partai politik juga tidak ketinggalan memanfaatkan kepopuleran dangdut untuk menarik massa. Isu dangdut sebagai alat politik juga menyeruak ketika Basofi Sudirman, pada saat itu sebagai fungsionaris Golkar, menyanyi lagu dangdut.


Ø  PENGARUH MUSIK DANGDUT BAGI PEREKONOMIAN

             Kalangan musik dangdut ini biasa di nikmati dari kalang ekonomi kebawah sampai ekonomi yang paling teratas. Tapi paling banyak di nikmati oleh kalangan ekonomi kebawah. Bagi yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut mungkin taraf perekonomian bisa di katakan menguntungkan dan kadang tidak menguntungka, dikatakan menguntungan jika penyanyi itu banyak job atau panggilan mennyayi sedangkan kalau tidak ada job atau panggilan mennyayi berarti dia tidak mendapatkan uang.
Ø PENGARUH MUSIK DANGDUT BUAT LAPANGAN PEKERJAAN
            Kalau dilihat dari segi lapangan pekerjaan musik dangdut ini membutuhkan basic atau skill vocal yang bagus baru bisa memiliki lapangan pekerjaan ini tapi bukan hanya basic vocal yang bagus tapi harus juga di tuntut aspek berpenampilannya dan ciri khas  untuk penunjang kepribadian dari si penyanyi tersebut.  jadi menurut saya bagi yang tidak memiliki syarat seperti yang di atas sulit mendapatkan pekerjaan ini ataupun beralih kepekerjaan yang lain walaupun suka menyanyi.


SEKIAN DAN TERIMA KASIH


Selasa, 11 Oktober 2011

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 1



TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 1


PENGERTIAN DASAR ILMU BUDAYA DASAR
    Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ø Ilmu Budaya Dasar menurut Prof.Dr.Harsya Bachtiar dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1.      Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science )
Ilmu ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi . Hasil penelitiannya 100 % benar dan 100 % salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.
2.      Ilmu-ilmu Sosial ( social science )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hasil penelitiannya tidak mungkin 100 % benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari waktu ke waktu. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum.
3.      Pengetahuan budaya ( the humanities )
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan pernyatan-pernyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan., Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
Pengetahuan budaya ( The Humanities ) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik, dll. Sedang Ilmu Budaya Dasat ( Basic Humanities ) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ø TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR BAGI MAHASISWA
mata kuliah ilmu budaya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan memperluas wawasan pemikiran serta kemarnpuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang benar, terutama untuk kepentingan profesi mereka
2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemánusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas. kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.
4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memilki satu bekal yang sama, pars akademisi diharapkan akan lebih lancar dalam berkomunikasi.
Ø  UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Unsur-unsur kebudayaan ada tujuh yaitu :
1.      Sistem bahasa
2.      Sistem peralatan hidup dan teknologi
3.      Sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup
4.      Sistem kemasyarakatan dan organisasi social
5.      Ilmu pengetahuan
6.      Kesenian
7.      Sistem kepercayaan dan agama

Ø Wujud kebudayaan
                   I.            Wujud Kebudayaan menurut Dimensi :
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
                II.            Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
             III.            Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
             IV.            Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Ø  ORIENTASI ILMU KEBUDAYAAN
Orientansi nilai udaya secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia,yaitu :
-  Hakekat Hidup Manusia, Hidup setiap kebudayaan berbeda secara exstern. Seperti berusaha memadamkan hidup,menganggap kelakuan hidup tertentu sebagai suatu hal yang baik.
- Hakekat karya Manusia, Kebudayaan hakekatnya berbeda-beda ada yang bertujuan u-ntuk hidup,dan lain sebagainya.
-  Hakekat waktu Manusia, Hakekat waktu setiap budaya berbeda,ada yang mementingkan orientasi masa lampau dan mementingkan orientasi masa kini.
- Hakekat Alam Manusia, Manusia memiliki anggapan yang berbeda,ada yang beranggapan kebudayaan harus mengeksploitasi alam dan ada pula yang beranggap manusia harus harmonis dengan alam.
- Hakekat Hubungan Manusia, Mementingkan hubungan antar sesamanya dan orientasi pada tokoh,yang berpandanga individualis ditinggalkan saja.

Rabu, 05 Oktober 2011

TUGAS DASAR PEMASARAN

TUGAS DASAR PEMASARAN


PERAN PEMASARAN DALAM
 PERUSAHAAN DAN MASYRAKAT

v PENGERTIAN PEMASARAN
    Suatu kegiatan pemasaran untuk menjalankan bisnis (profit atau nonprofit)
Guna memenuhi  kebutusan pasar dengan barang ataupun jasa,menempatkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikan agar konsumen tau produk kita supaya tujuan perusahaan tercapai.

v PERILAKU KONSUMEN
     Keputusan konsumen dalam pembeliannya ditempuh melalui suatu proses, mulai dari    pengenalan masalah, pencarian informasi, pengevaluasi alternatif, pengambilan keputusan beli, sampai pada evaluasi pasca beli. Proses keputusan tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, baik yang ada pada diri konsumen, seperti persepsi, pembelajaran, sikap dan keyakinan, motivasi, kepribadian, pengalaman, dan konsep diri, maupun faktor-faktor yang berasal dari lingkungan, seperti budaya, sub-budaya, kelas sosial, kelompok referensi, keluarga, faktor situasional, nilai, norma, dan peran sosial, serta bauran pemasaran. Proses keputusan tersebut didasarkan pada sifat-sifat konsumen  yang rasional.
Dalam pasar industrial, keputusan pembeliannya diambil juga melalui suatu proses, yaitu
(1) mengenali masalah (kebutuhan),
(2) menentukan karakteristik produk dan jumlah yang diperlukan,
(3) mendeskripsikan spesifikasi produk dengan tepat dan kebutuhan kritisnya,
(4) mencari dan menentukan kualifikasi sumber-sumber yang potensial,
(5) menerima dan menganalisis usulan,
(6) mengevaluasi usulan dan menyeleksi pemasok
(7) memilih dan melakukan pemesanan, dan
(8) mengadakan umpan-balik kinerja dan evaluasi.
                                 
v PENGEMBANGAN PRODUK BARU
     Pengembangan produk baru sebagai aktivitas yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan secara terus-menerus. Ini disebabkan oleh adanya daur hidup produk dari saat produk itu diperkenalkan sampai pada saat produk itu tidak ada lagi di pasaran karena sudah tidak diminati konsumen. Pengembangan produk baru ini akan menjaga eksistensi produk perusahaan di pasaran. Tahap-tahap yang perlu dilalui dalam pengembangan produk baru adalah tahap pencarian dan 
penyaringan ide tentang produk baru, tahap analisis bisnis, tahap 
pengembangan dan pengujian, tahap pengujian pemasaran, serta tahap komersialisasi.

v STRATEGI PENETAPAN HARGA
                          Pengertian harga adalah sangat penting dan menjadi titik awal bahasan ini. Kemudian diuraikan berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan suatu tingkat harga. Faktor-faktor tersebut meliputi .
(1) kondisi perekonomian,                                                                 
(2) penawaran dan permintaan,
(3) elastisitas permintaan,
(4) persaingan,
(5) biaya,
(6) tujuan manajer, dan

Ketika  masyarakat pertama kali memproduksi barang-barang yang  spesifik dan beralih dari memproduksi dan mengkonsumsi produk sendiri. Ketika barter menjadi lebih sulit untuk dilakukan. Masyarakat masuk ke era perdagangan sederhana. Produksi-produksi yang bersifat spesifik ini dijual oleh produsen kepada konsumen atau perantara. Inilah peran pemasaran yang awal. Setelah terjadi Revolusi Industri pada tahun 1920, hampir seluruh perusahaan memasuki era produksi. Era produksi adalah era ketika perusahaan berkonsentrasi memproduksi produk-produk yang spesifik. Karena ketersediaan produk di pasar sangat jarang, manajemen perusahaan berfikir apabila mereka dapat memproduksi suatu barang maka mereka pasti dapat menjual produk tersebut.
Sekitar tahun 1930an, banyak perusahaan telah mampu memproduksi lebih banyak dari sebelumnya. Sekarang masalahnya bukan hanya memproduksi, namun untuk memenangkan persaingan dan mendapatkan konsumen. Hal inilah yang menjadi dasar banyak perusahaan masuk ke era penjualan, yaitu ketika perusahaan-perusahaan fokus terhadap penjualan karena ketatnya persaingan pasar.
Pada tahun 1950an, penjualan terjadi dimana-mana, sehingga menjadi suatu hal yang wajar. Muncul masalah baru yaitu dimana perusahaan harus menjual produknya. Inilah yang dimaksud era departemen pemasaran, dimana semua kegiatan pemasaran termasuk riset, pembelian, produksi dan penjualan dilaksanakan oleh satu departemen untuk mempersingkat proses pengambilan keputusan.
Sejak tahun 1960an, banyak perusahaan telah mempunyai beberapa manajer dengan manajemen pemasaran yang luas. Saat inilah perusahaan memasuki era perusahaan pemasaran, yaitu ketika orang-orang pemasaran menyusun sebuah rencana jangka panjang sebagai rencana kerja perusahaan. Marketing atau pemasaran adalah proses yang berhubungan dengan promosi penjualan barang dan jasa. Pemasaran bisa diartikan sebagai ‘proses sosialisasi dan pengaturan sehingga individu-individu dan kelompok-kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan dan menukar produk dan nilai dengan orang lain. Pemasaran adalah proses yang saling terkait yang mana perusahaan menciptakan nilai untuk konsumen dan membangun hubungan yang kuat dengan konsumen dengan cara mengambil nilai dari konsumen sebagai gantinya.
Pemasaran digunakan untuk menciptakan konsumen, menjaga konsumen dan memberikan kepuasan kepada konsumen. Dengan konsumen sebagai pusat aktifitas, bisa disimpulkan bahwa menejemen pemasaran adalah salah satu komponen pokok dari menejemen bisnis. Perubahan pada cara-cara pemasaran adalah disebabkan karena pematangan pasar dan kapasitas yang berlebihan pada beberapa decade terahir. Perusahaan kemudian berpindah focus dari produk kepada konsumen agar tetap menguntungkan. Konsep kata marketing atau pemasaran bermakna bahwasannya pencapaian tujuan organisasi bergantung pada pengetahuan tentang kebutuhan dan keinginan target pasar dan pengiriman kepuasan-kepuasan yang diinginkan. Itu berarti bahawa dalam rangka pemenuhan tujuan-tujuan perusahaan, sebuah perusahaan harus mengantisipasi kebutuhan dan keinginan konsumen dan melayaninya dengan lebih efektif dari para saingan







Daftar pustaka
v http://massofa.wordpress.com
v Budiarto,teguh;dasar pemasaran,1993;gunadarma;jakarta
v Dinarislam.com/gambar barter