Rabu, 14 Maret 2012

tugas softkill bahasa inggris_present & past tenses

  • Ø       PRESENT TENSES
1.     We also do not know the relationship between reported smoking.
2.     Boys are inclined to smoke somewhat earlier and more heavily than girls.
3.     Possibly it is because some individual in the latter groups.
4.     Students who are academically inferior to their age mates or classmates.
5.     They are, suggest the following.
6.     Smokers and nonsmokers are statistically significant.
7.     Also, smokers are found to take the scholastically less demanding academic programs.
8.     Ex-smokers is found to be indistinguishable from that among light smokers.
9.     It is unknown whether a similar pattern prevails.
10. It is well known that devout followers of some religions do not smoke.


Ø PAST TENSES

1.     Tobacco was introduced to Europe by Columbus.
2.      King james I of England issued a proclamation called “A counterblast tobacco”.
3.     He and others, however, were unsuccessful in eradicating the use of tobacco.
4.     In 1900 vital statisticians reported an increase in the incidence of cancer of the lung.
5.     Both well (1959) conducted a study of the smoking habits of 8,314.
6.     Jewish women and girls smoked more than other females.
     7.     Universally accepted measure either of global personality or of any specific
          personality dimension.
8.     His research was followed by that of McArthur and his associates.
9.     They stopped smoking as a result of the health hazard identified in this report.
10. He reported only minimal success in preventing the initiation of smoking.


article about smoking

Minggu, 22 Januari 2012

tugas ibd 4

A. konflik antara suku Dayak dan suku Madura.

Beragamnya suku di Indonesia terkadang melahirkan sebuah peperangan yang
biasa kita sebut dengan perang antar suku.
Alasan peperangan itu sangatlah bermacam-macam. Menurut badan riset,
data suku-suku yang ada di Indonesia mencapai kurang lebihnya lebih dari 300
kelompok suku atau etnik. Jumlah suku bangsa yang mencapai ratusan inilah
pada kenyataannya memang sangat rentan akan terhadap sebuah konflik.
Dan perang antar suku pun pada akhirnya menjadi suatu hal perstiwa
yang memang tidak bisa dihindarkan lagi. Dari sekian banyak suku di Indonesia,
suku Jawa adalah kelompok suku yang paling besar dengan mencapai
jumlah 41% dari total populasinya.
Perang antar suku di Indonesia yang sempat menarik perhatian dan perbincangan
ini adalah perang yang dilakukan antara Suku Dayak dan Suku Madura.
Dengan timbulnya peperangan antara Suku Dayak dan Suku Madura ini banyak
menimbulkan pergeseran moral tentang seharusnya bagaimana manusia saling
menghargai dengan adanya perbedaan tersebut. Pada saat itu nyawa bukanlah
harga mati dan mahal untuk diperjuangkan, melainkan pemenggalan terhadap
kepala-kepala manusia waktu itu menjadi bukti kebencian, seolah hal itu sudah
membutakan mata hati nurani manusia-manusia Indonesia saat itu. Dimana perang
antara kedua suku ini sungguh amat mengerikan dan tidak layak untuk bangsa Indonesia
ini yang mana negara ini bermayoritaskan agama Islam tetapi aqidah-aqidah dalam
Islam tidak pernah diterapkan dalam diri manusia-manusia itu dan lingkungannya.
Bahkan aqidah saat itu pun sudah tidak ada lagi karena setan yang merasuki manusia
begitu keji dan jahat sehingga tega melakukan hal seperti itu terhadap sesama manusia.
Perang yang terjadi antara Suku Dayak dan Suku Madura memang telah lama berlalu,
namun kini telah menorehkan luka mendalam bagi keluarga-keluarga yang menjadi
korban saat itu dan juga meninggalkan kesan mendalam yang mengerikan bagi
masyarakat kedua suku tersebut. 

B. Perang Antar Suku - Pertikaian Suku Dayak dan Suku Madura 
Setidaknya sudah terjadi dua kali kerusuhan besar antara Suku Dayak dan Suku Madura,
yaitu pada peristiwa Sampit (2001) dan di Senggau Ledo (1996). Kedua kerusuhan besar
ni meluas sampai keseluruh wilayah Kalimantan dan berakhir dengan pengusiran ribuan
warga Madura yang hingga mencapai 500-an jiwa. Perang kedua suku ini telah menjadi
masalah sosial yang me-nasional.
Berikut empat hal mendasar yang menjadi penyebab terjadinya perang ke dua suku ini,
yaitu : 
1.       Perbedaan Budaya Antara Suku Dayak dan Suku Madura
Perbedaan budaya seperti inilah yang menjadikan alasan mendasar mengapa
perang antar suku ini bisa terjadi. Masalah yang terjadi antara Suku Dayak dan Madura
terbilang sangat sederhana, karena ada keterkaitan dengan kebudayaan.
Misalnya seperti permasalahan senjata tajam, bagi Suku Dayak senjata tajam
sangatlah dilarang untuk dibawa ke tempat umum. Menurut mereka apabila ada
sesorang membawa senjata tajam ditempat umum sekalipun dia hanya bertamu tetap
saja dianggap sebagai ancaman atau ajakan untuk berkelahi.
Lain halnya dengan Suku Madura mereka biasa menyelipkan senjata tajam itu
kemana saja dan hal seperti itu lumrah di daerah kelahirannya di Madura.
Menurut Suku Dayak senjata tajam bukanlah untuk melukai sesorang apabila hal
tersebut sampai tejadi maka hukum adat pun berlaku bagi pelakunya.

2.       Perilaku yang Tidak Menyenangkan
Bagi suku Dayak mencuri barang seseorang dalam jumlah banyak adalah
hal yang tidak masuk akal, apabila dilanggar pemilik barang tersebut akan sakit dan meninggal. Sementara orang Madura seringkali terlibat kasus pencurian dengan korbannya suku Dayak.
 Pencurian seperti inilah yang menjadi pemicu polemik perang antar suku tersebut.

3.       Pinjam Memimjam Tanah
Kali ini masalahnya masih berkaitan dengan adat-istiadat atau kebiasaan.
Di dalam suku Dayak membolehkan pinjam meminjam tanah adalah hal yang tanpa pamrih.
Dengan kepercayaan lisan orang suku Madura dibolehkan untuk menggarap tanah tersebut,
namun seringkali orang Madura menolak mengembalikan tanah pinjaman tersebut
 dengan alasan karena merekalah yang menggarap tanah tersebut selama ini.
Di dalam suku Dayak hal seperti ini disebut dengan balang semaya
(ingkar janji) yang harus dibalas dengan kekerasan, maka terjadilah
perang yang tidak bisa dihindari lagi oleh ke dua belah pihak suku tersebut. 

4.       Ikrar Perdamaian yang Dilanggar
Dalam suku Dayak ikrar perdamaian harus bersifat abadi. Pelanggaran akan
dianggap sebagai pelecehan adat sekaligus menyatakan permusuhan.
Sementara orang Madura melanggar ikrar perdamaian, dan lagi-lagi hal s
eperti inilah yang memicu konflik antar ke dua suku.

Selasa, 27 Desember 2011

tugas silabus materi 9 dasar pemasaran

SILABUS 9 STRATEGI PROMOSI & PERIKLANAN

Pengertian Komunikasi Pemasaran
Sarana yang digunakan perusahaan dalam upaya untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen – langsung atau tidak langsung – tentang produk dan merek yang meraka jual.

TAHAPAN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Menurut Kotler ada tujuh langkah yang perlu dilakukan untuk mengembangkan komunikasi yang efektif antara lain :
1.      Mengidentifikasi target konsumen; antara lain pembeli potensial, pemakai terbaru, individu
            yang mempengaruhi keputusan membeli, bisa individu, grup , masyarakat khusus dan umum.
2.      Menentukan objektif komunikasi; ketika pemasar mulai menentukan target konsumen, dia  harus mulai memprediksi respon konsumen tersebut terhadap pembelian produk yang ditawarkan.

3.      Merancang pesan;. Setelah memiliki ide berkaitan dengan respon target konsumen, pemasar mulai mengembangkan pesan yang efektif. Idealnya. Pesan haruslah menarik perhatian, menimbulkan minat, mengingkatkan keinginan, dan mendorong tindakan (AIDA)

PERIKLANAN
Iklan merupakan media komunikasi persuasif yang dirancang sesuai dengankarakter media, segmen pasar, dan kebutuhan masyarakat untuk mendapat tanggapanpositif mengkonsumsi produk untuk membantu tercapainya tujuan pemrakarsa, yaitu keuntungan.
  
PENJUALAN TATAP MUKA
Personal selling atau penjualan tatap muka, melibatkan dua arah komunikasi antara pembeli dan penjual seta acapkali mereka bertatap muka. Tipe promosi ini dirancang untuk dapat secara intensif mempengaruhi dan mendorong calon pembeli untuk melakukan pembelian. Kola didefinisikan “ personal seling atau penjualan tatap muka merupakan presnentasi lisan dalam suatu percakapan dengan satu atua lebih calon pembeli yang ditujukan untuk menciptakan penjualan atau permintaan Pada era kemajuan telekomuniaksi dewasa ini, personal selling juga terjadi melalui telepon, video teleconference, dan internet atau web yang mampu menghubungkan pembeli dan penjual.

Personal selling memiliki tiga peranan utama dalam keseluruhan upaya pemasaran, yaitu :
1) para penjual menjembatani hubungan antara perusahaan dan konsumen.
2) para penjual berperan sebagai perusahaan di matta konsumen,
3) para penjual memainkan peranan yang dominan dalam program pemasaran
proses penjualan personal atau tatap muka terdiri dari tujuh tahap yaitu :
1.      Tahap pencarian dan pemilihan potensi konsumen
2.      Tahap persiapan untuk pertemuan
3.      Tahap pertemuan dengan konsumen
4.      Tahap mempresentasikan dan mendemontrasikan keunggulan produk dihadapan konsumen
5.      Tahap penanganan tanggapan tau penolakan konsumen
6.      Tahap mendorong dan meminta konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan
7.      Tahap menindaklanjuti hasil pertemuan yang bertujuan untuk menjamin kepuasan konsumen
Promosi Penjualan
Promosi penjualan merupakan elemen kunci dalam bauran promosi. Periklanan dan penjualan tatap muka kerapkasli bekerja beersama-sama daengan promosi penjualan. Dimana periklanan dan penjualan tatap muka menawarkan alas an untuk membeli produk atau jasa. Sedangkan promosi penjualan menawarkan alasan untuk membeli sekarang,. Promosi penjualan terdiri dari insentif jangka pendek untuk mendorong terjadinya pembelian atau penjualan produk dan jasa, bentuk insentif tersebut sangat beragam antraa lain: kupon, diskon, kontes penjualan, dan sebagainya Tahapan pengembangan promosi penjualan diawali dengan memutuskan ukuran insentif, kemudian merancang kondisi konsumen, lalu memutuskan bagaimana metode mempromosikan, dan mendistribusikan program promosi, setelah itu memutuskan periode promosi, terakhir mengevaluasi dampai upaya promosi yang diterapkan

Promosi penjualan yang dilakukan oleh penjual dapat dikelompokkan berdasar tujuan yang ingin dicapai. Pengelompokan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Customer promotion
2. Trade promotion
3. Sales-force promotion
4. Business promotion
HUBUNGAN MASYARAKAT
         Hubungan masyarakat meruipakan bentuk manajemen komunikasi yang bertujuan membangun citra perusahaan beserta produk dan jasa yang dimilikinya. Pada dasarnya ada tiga tugas utama HUMAS yaitu : mempublikasikan, membangun citra serta mengatasi rumor dan kejadian yang merusak citra baik untuk perusahaan maupun prouduk yang dimiliki peruahaan.
         Oleh karena itu dalam melakukan pekeerjaannya, seorang humas harus berinteraksi dengan atnara lain; wartawan, masyarakat luas, pejabat pemeritnah, para investor dan pemegang saham serta organisasi nir laba, tergantung pad amasalah yang harus diselesaikan oleh humas terkait Ada beragam sarana yang digunakan dalam ikegiatan hubungan masayrakat antra lain dalam bentuk berita, pidatom akalah tertulis, profil perusahaan dsb.

PEMASARAN LANGSUNG
Pemasaran langsung atau direct marketing adalah upaya pemasaran yang melakukan hubungan langsung dengna taret konsumen secara individu untuk memperoleh respon segera, dan menanamkan hubungan jangka panjang dengan konsumen.

Sumber:

tugas silabus materi 4 dasar pemasaran


SILABUS 4 PERILAKU KONSUMEN
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Membeli
a.       Kebudayaan                                                      
Kebudayaan ini sifatnya sangat luas, dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia. Kebudayaan adalah simbul dan fakta yang kompleks, yang diciptakan oleh manusia, diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat yang ada.
b.      Kelas sosial
Pembagian masyarakat ke dalam golongan/ kelompok berdasarkan pertimbangan tertentu, misal tingkat pendapatan, macam perumahan, dan lokasi tempat tinggal 
c.       Kelompok referensi kecil
Kelompok ‘kecil’ di sekitar individu yang menjadi rujukan bagaimana seseorang harus bersikap dan bertingkah laku, termasuk dalam tingkah laku pembelian, misal kelompok keagamaan, kelompok kerja, kelompok pertemanan, dll
d.      Keluarga
lingkungan inti dimana seseorang hidup dan berkembang, terdiri dari ayah, ibu dan anak. Dalam keluarga perlu dicermati pola perilaku pembelian yang menyangkut:
  • Siapa yang mempengaruhi keputusan untuk membeli.
  • Siapa yang membuat keputusan untuk membeli.
  • Siapa yang melakukan pembelian.
  • Siapa pemakai produknya.
e.       Pengalaman
Berbagai informasi sebelumnya yang diperoleh seseorang yang akan mempengaruhi perilaku selanjutnya 
f.       Kepribadian
Kepribadian dapat didefinisikan sebagai pola sifat individu yang dapat menentukan tanggapan untuk beringkah laku
g.      Sikap dan kepercayaan
Sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajari untuk bereaksi terhadap penawaran produk dalam masalah yang baik ataupun kurang baik secara konsisten. Kepercayaan adalah keyakinan seseorang terhadap nilai-nilai tertentu yang akan mempengaruhi perilakunya 
h.      Konsep diri
Konsep diri merupakan cara bagi seseorang untuk melihat dirinya sendiri, dan pada saat yang sama ia mempunyai gambaran tentang diri orang lain.

Macam-Macam Situasi Pembelian
Jumlah dan kompleksitas kegiatan konsumen  dalam pembeliannya dapat berbeda-beda. Menurut Howard, pembelian konsumen dapat ditinjau sebagai kegiatan penyelesaian suatu masalah, dan terdapat  tiga macam situasi: 
1.      Perilaku Responsi Rutin
Jenis perilaku pembelian yang paling sederhana terdapat dalam suatu pembelian yang berharga murah dan sering dilakukan. Dalam hal ini pembeli sudah memahami merk-mek beserta atributnya.
2.      Penyelesaian Masalah Terbatas
Pembelian yang  lebih kompleks dimana pemeli tidak mengetahui sebuah merk tertentu  dalam suatu jenis produk yang disukai sehingga membutuhkan  informasi lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk membeli  
3.  Penyelesaian Masalah Ekstensif
Pembelian yang sangat kompleks yaitu ketika  pembeli menjumpai jenis produk yang kurang dipahami dan tidak mengetahui kriteria penggunaannya
  
Struktur Keputusan Membeli
Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli itu sebenarnya merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli mempunyai suatu struktur yang mencakup beberapa  komponen: 
1.      Keputusan tentang jenis produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah radio atau menggunakan uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli radio serta alternatif lain yang mereka pertimbangkan.
2.      Keputusan tentang bentuk produk
Konsumen  dapat mengambil keputusan untuk membeli bentuk radio tertentu. Keputusan tersebut menyangkut pula ukuran, mutu suara, corak dan sebagainya. Dalam hal ini perusahaan harus melakukan riset pemasaran untuk mengetahui kesukaan konsumen tentang produk bersangkutan agar dapat memaksimalkan daya tarik merknya.
3.      Keputusan tentang merk
Konsumen harus mengambil keputusan tentang merk mana yang akan dibeli. Setiap merk memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merk.
4.      Keputusan tentang penjualnya
Konsumen harus mengambil keputusan di mana radio tersebut akan dibeli, apakah pada toko serba ada, toko alat-alat listrik, toko khusus radio, atau toko lain. Dalam hal ini, produsen, pedagang besar, dan pengecer harus mengetahui bagaimana konsumen memilih penjual tertentu.
5.      Keputusan tentang jumlah produk
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Pembelian yang dilakukan mungkin lebih dari satu unit. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyak produk sesuai dengan keinginan yang berbeda-beda dari para pembeli.
6.      Keputusan tentang waktu pembelian
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang kapan ia harus melakukan pembelian. Masalah ini akan menyangkut tersedianya uang untuk membeli radio. Oleh karena itu perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam penentuan waktu pembelian. Dengan demikian perusahaan dapat mengatur waktu produksi dan kegiatan pemasarannya.
7.      Keputusan tentang cara pembayaran
Konsumen harus mengambil keputusan tentang metode atau cara pembayaran produk yang dibeli, apakah secara tunai atau dengan cicilan. Keputusan tersebut akan mempengaruhi keputusan tentang penjual dan jumlah pembeliannya. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui keinginan pembeli terhadap cara pembayarannya.


Tahap-tahap dalam Proses Pembelian 
1.      Menganalisa Keinginan dan Kebutuhan
Penganalisaan keinginan dan kebutuhan ini ditujukan terutama untuk mengetahui adanya keinginan dan kebutuhan yang belum terpenuhi  atau terpuaskan
2.      Menilai Sumber-sumber
Tahap kedua dalam proses pembelian ini sangat berkaitan dengan lamanya waktu dan jumlah uang yang tersedia untuk membeli. 
3.      Menetapkan Tujuan Pembelian
Tahap ketika konsumen memutuskan untuk tujuan apa pembelian dilakukan, yang bergantung pada jenis produk dan kebutuhannya
4.      Mengidentifikasikan Alternatif Pembelian
Tahap ketika konsumen mulai  mengidentifikasikan berbagai alternatif pembelian 
5.      Keputusan Membeli
Tahap ketika konsumen mengambil keputusan apakah membeli atau tidak. Jika dianggap bahwa keputusan yang diambil adalah membeli, maka pembeli akan menjumpai serangkaian keputusan menyangkut jenis produk, bentuk produk, merk, penjual, kuantitas, waktu pembelian dan cara pembayarannya
6.      Perilaku Sesudah Pembelian
      Tahap terakhir yaitu ketika konsumen sudah melakukan pembelian terhadap produk tertentu.

http://wsmulyana.wordpress.com